Jaga Energi Nasional, Pemerintah Perketat Ekspor Batu Bara

Avatar photo

- Editor

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

KABARTAMBANG – Pemerintah menegaskan perusahaan tambang batu bara harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri sebelum melakukan ekspor ke pasar luar negeri.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional, terutama bagi pembangkit tenaga listrik yang bergantung pada batu bara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan ketentuan tersebut berlaku bagi perusahaan yang telah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Ia menyebut pemerintah tidak akan mengeluarkan izin ekspor apabila kebutuhan batu bara di dalam negeri belum terpenuhi.

“Kalau kebutuhan nasional belum tercukupi, kami tidak akan mengeluarkan izin ekspor,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.

BACA JUGA  Harga Minyak Mentah Indonesia Februari Meningkat, Ini Pemicunya

Pemerintah Prioritaskan Batu Bara untuk Pasar Domestik

Bahlil menjelaskan pemerintah juga telah menyiapkan Keputusan Menteri (Kepmen) terkait penerapan domestic market obligation (DMO) atau kewajiban pemenuhan pasar domestik.

Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memastikan perusahaan tambang tetap mengalokasikan sebagian produksinya bagi kebutuhan energi nasional.

Ia menegaskan aturan tersebut tidak bertujuan melarang kegiatan ekspor batu bara.

Namun perusahaan tetap harus memastikan kebutuhan dalam negeri telah dipenuhi sebelum menyalurkan produksi ke pasar internasional.

Menurut Bahlil, batu bara merupakan sumber daya yang dikuasai negara sehingga pemanfaatannya harus mengutamakan kepentingan masyarakat.

Ia juga menyampaikan ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik saat ini masih berada pada tingkat aman.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Cadangan batu bara bagi pembangkit milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun pembangkit swasta masih berada di atas batas minimum operasional.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan ketahanan energi nasional masih terjaga di tengah dinamika pasar energi global.

Pemerintah juga memastikan pasokan energi lainnya tetap tersedia menjelang perayaan Idulfitri.

Ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM) disebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bahlil menegaskan pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan energi nasional.

Ia menyebut langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi saat konsumsi meningkat pada periode Lebaran.

Berita Terkait

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional
Ditjen Migas Lanjutkan Uji Kelayakan Bahan Bakar Bobibos
Pemerintah Percepat B50, Uji Kendaraan Diesel Diklaim Tunjukkan Hasil Positif
Pemerintah Target Pangkas Ketergantungan Listrik Diesel, Dorong PLTS
Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas dengan Rusia
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir Tahun
Pemerintah Percepat Penertiban IUP Bermasalah
Rusia Siap Bangun Kilang dan Storage Migas di Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:46 WITA

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Minggu, 26 April 2026 - 15:02 WITA

Ditjen Migas Lanjutkan Uji Kelayakan Bahan Bakar Bobibos

Rabu, 22 April 2026 - 18:19 WITA

Pemerintah Percepat B50, Uji Kendaraan Diesel Diklaim Tunjukkan Hasil Positif

Rabu, 22 April 2026 - 17:57 WITA

Pemerintah Target Pangkas Ketergantungan Listrik Diesel, Dorong PLTS

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas dengan Rusia

Berita Terbaru

Menteri ESDM

Pemerintahan

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Antam

Pasar

Harga Emas Antam 28 April 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:41 WITA

CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, bersama PTPN III, Ryanto Wisnuardhy dan MedCo, Aradea Z Arifin melakukan penandatanganan kerja sama Pengembangan Bioetanol di Palm Oil, Gedung Agro Plaza, Jakarta pada Senin (27/04/2026).

Korporasi

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:39 WITA

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim berdayakan CSR

Inovasi

CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:28 WITA