Pemerintah Target Pangkas Ketergantungan Listrik Diesel, Dorong PLTS

Avatar photo

- Editor

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam skala besar.

Pemerintah siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam skala besar.

KABARTAMBANG – Pemerintah mempercepat langkah menuju energi bersih dengan mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbasis diesel.

Arahan percepatan itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/4/2026), yang membahas sejumlah program strategis nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan salah satu fokus utama rapat adalah pengembangan proyek PLTS berkapasitas besar.

“Evaluasi terkait beberapa program, terutama bersama Danantara, kaitannya dengan program PLTS 100 giga,” ujar Brian usai rapat.

BACA JUGA  Pemerintah Percepat B50, Uji Kendaraan Diesel Diklaim Tunjukkan Hasil Positif

Menurutnya, Presiden menaruh perhatian serius terhadap progres program tersebut dan meminta agar implementasi dipercepat, khususnya untuk menggantikan pembangkit diesel yang masih beroperasi di sejumlah daerah.

“Bapak Presiden menanyakan perkembangannya dan meminta agar itu dipercepat, terutama untuk yang diesel,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan pada tahun ini kapasitas sekitar 10 gigawatt pembangkit diesel mulai digantikan secara bertahap dengan energi baru terbarukan.

Selain itu, hasil perhitungan bersama antara Kementerian ESDM, PLN, Danantara, serta kalangan perguruan tinggi menunjukkan potensi pembangunan PLTS nasional dapat mencapai 17 gigawatt dalam waktu dekat.

BACA JUGA  Pemerintah Kendalikan Produksi Tambang Lewat Penyesuaian RKAB Nasional

“Itu bisa dikurangi, kemudian yang lainnya juga akan ditambah kira-kira sampai 7 giga. Jadi untuk saat ini, dari perhitungan bersama-sama, kira-kira 17 giga bisa dilakukan instalasi PLTS,” ungkap Brian.

Terkait titik pembangunan, seluruh pelaksanaan proyek akan berada di bawah koordinasi PLN sebagai pelaksana utama program.

Langkah ini menandai keseriusan pemerintah mempercepat transformasi energi nasional, sekaligus menekan biaya operasional listrik berbasis bahan bakar fosil di masa mendatang.

Berita Terkait

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat
Tata Kelola Minerba Diperbaiki, PNBP Disebut Meningkat Meski Produksi Batu Bara Turun
PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WITA

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA