Posko Nasional ESDM Pantau Pasokan BBM dan Listrik

Avatar photo

- Editor

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah membuka Posko Nasional ESDM untuk memantau pasokan BBM, LPG, listrik, dan potensi bencana selama Ramadan hingga Idulfitri.

Pemerintah membuka Posko Nasional ESDM untuk memantau pasokan BBM, LPG, listrik, dan potensi bencana selama Ramadan hingga Idulfitri.

KABARTAMBANG – Pemerintah mengaktifkan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna memantau layanan energi selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Fasilitas ini menjadi pusat koordinasi nasional yang mengawasi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, listrik, serta memantau potensi kebencanaan geologi selama musim mudik Lebaran.

Operasional posko berlangsung selama 20 hari mulai 12 Maret hingga 31 Maret 2026 dan dipusatkan di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyebutkan keberadaan posko tersebut dirancang sebagai simpul komunikasi antara pemerintah, lembaga terkait, serta masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan energi.

“Posko Nasional Sektor ESDM menjadi tempat koordinasi lintas instansi sekaligus pusat informasi yang dapat diandalkan masyarakat,” ujar Yuliot saat pembukaan posko di Jakarta, Kamis (12/3).

Posko Energi Nasional Awasi Pasokan BBM dan Listrik

Kementerian ESDM menyampaikan bahwa cadangan BBM dan LPG secara nasional berada pada kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa libur Idulfitri.

Pemerintah juga memastikan pasokan listrik tetap stabil dengan menyiapkan cadangan energi primer bagi pembangkit listrik di berbagai wilayah.

BACA JUGA  Menteri ESDM Sebut UMKM Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Sejumlah pembangkit listrik telah menjalani proses pemeliharaan guna menjaga keandalan sistem selama meningkatnya aktivitas masyarakat saat Ramadan dan Lebaran.

Pemeriksaan terhadap jaringan transmisi juga telah dilakukan agar distribusi listrik dapat menjangkau kawasan permukiman maupun pusat aktivitas ekonomi tanpa gangguan.

Langkah pengawasan tidak hanya difokuskan pada sektor energi, tetapi juga mencakup pemantauan potensi bencana geologi.

Badan Geologi telah menyiapkan langkah mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah serta peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api.

Selama masa operasional posko, tim pengawas akan memantau proses distribusi BBM, LPG, dan listrik di berbagai daerah sekaligus memantau kondisi geologi yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat.

BPH Migas ditunjuk sebagai koordinator Posko Nasional Sektor ESDM selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati menyampaikan bahwa kerja sama lintas lembaga diperlukan agar pengawasan berjalan efektif.

Koordinasi tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) dalam memantau jalur mudik dan titik rawan kemacetan.

BACA JUGA  Kesepakatan Dagang AS Tak Ubah Kebijakan Hilirisasi

Dalam mendukung operasional posko, Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

Cadangan stok BBM nasional diperkirakan mampu bertahan antara 17 hingga 23 hari dengan rata-rata sekitar 21 hari.

Selama periode posko, konsumsi gasoline diperkirakan meningkat sekitar 12 persen dibandingkan kondisi normal.

Sebaliknya, kebutuhan gasoil diproyeksikan turun sekitar 14,5 persen selama masa libur Lebaran.

Permintaan avtur diperkirakan naik sekitar 2,8 persen seiring meningkatnya aktivitas penerbangan.

Konsumsi minyak tanah atau kerosene juga diprediksi mengalami kenaikan sekitar 4,2 persen dibandingkan rata-rata penggunaan normal.

Untuk memastikan ketersediaan LPG, pemerintah menyiagakan 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta 6.662 agen LPG di seluruh Indonesia.

Ketahanan stok LPG nasional diperkirakan berada pada kisaran 12 hingga 15 hari dengan dukungan distribusi dari agen dan pangkalan yang beroperasi selama 24 jam di wilayah dengan permintaan tinggi.

Berita Terkait

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah
BRIN dan PalmCo Kembangkan Gas Biomethana dari Limbah Sawit
Dukung Kabupaten Layak Anak, PTBA Raih Apresiasi Pemda

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WITA

Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:20 WITA

Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terbaru

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Korporasi

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Korporasi

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:32 WITA

Harga emas hari ini

Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:29 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Korporasi

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:25 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Korporasi

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA