MIND ID Dorong Sinergi Nasional Perkuat Investasi dan Hilirisasi Minerba

Avatar photo

- Editor

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi proyek BUMN

ilustrasi proyek BUMN

KABARTAMBANG –  MIND ID menegaskan perlunya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat investasi serta pengembangan hilirisasi sektor mineral dan batu bara (minerba) di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Division Head Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, dalam forum strategis yang membahas isu lintas sektor di Jakarta dikutip dari Jurnas.com.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penentu dalam mendorong peningkatan nilai tambah dari sumber daya alam nasional.

Dalam dua tahun terakhir, realisasi investasi di sektor hilirisasi menunjukkan peningkatan signifikan dengan capaian Rp431,4 triliun sepanjang Januari hingga September 2025.

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 58,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selly menyebut perkembangan ini menunjukkan bahwa hilirisasi telah berkembang menjadi penggerak utama transformasi industri berbasis sumber daya alam.

Hilirisasi Minerba Dorong Transformasi Industri Nasional

Dalam forum KILAS atau Kupas Isu Lintas Sektor Strategis Balik Ramadan, Selly menyampaikan bahwa proses hilirisasi membutuhkan kesinambungan kebijakan dan kerja sama berbagai pihak.

BACA JUGA  Zhongwei Sukses Produksi Nikel Matte Perdana Lewat PT NNI

Ia menyatakan, “Hilirisasi merupakan proses jangka panjang yang menuntut konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak.”

Menurutnya, dukungan dari pemerintah, pelaku industri, dan investor harus berjalan seiring agar potensi sumber daya mineral dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi.

MIND ID sendiri terus menjalankan berbagai proyek strategis untuk memperkuat agenda tersebut di sejumlah wilayah Indonesia.

Program yang dikembangkan meliputi pembangunan fasilitas pengolahan bauksit menjadi aluminium, smelter tembaga dan Precious Metal Refinery di Gresik, serta proyek hilirisasi nikel di Sulawesi.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat infrastruktur logistik batu bara guna mendukung efisiensi distribusi.

Di tengah perkembangan tersebut, Selly mengakui bahwa industri masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas global hingga perubahan rantai pasok dan dinamika geopolitik.

BACA JUGA  SPBU dan UMKM Binaan Pertamina Siap Layani Pemudik di Jalur Pantura

Kondisi tersebut turut memengaruhi biaya produksi serta strategi bisnis perusahaan di sektor pertambangan.

Pada sisi lain, kebijakan pembatasan ekspor mineral mentah dinilai membuka peluang bagi pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam industri berbasis teknologi tinggi.

Indonesia memiliki cadangan sumber daya yang besar, termasuk nikel sekitar 55 juta ton, bauksit 2,865 miliar ton, serta batu bara mencapai 31,96 miliar ton.

Selly menambahkan forum KILAS menjadi sarana evaluasi bagi para pemangku kepentingan dalam meninjau capaian program strategis serta menyusun langkah lanjutan secara bersama.

Ia menilai keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari besarnya investasi, tetapi juga dari kekuatan struktur industri yang terbentuk serta dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih
PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun
PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta
Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026
PT Vale Tanam Ratusan Pohon dan Bersihkan Pesisir Morowali
PTK Bangun Kapal Utility Boat 22 Pax, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Pertamina Dorong Pembalap Muda Lewat Mandalika Racing Series 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:39 WITA

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Senin, 27 April 2026 - 14:05 WITA

MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WITA

PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WITA

PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta

Senin, 27 April 2026 - 13:46 WITA

Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026

Berita Terbaru

Menteri ESDM

Pemerintahan

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Antam

Pasar

Harga Emas Antam 28 April 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:41 WITA

CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, bersama PTPN III, Ryanto Wisnuardhy dan MedCo, Aradea Z Arifin melakukan penandatanganan kerja sama Pengembangan Bioetanol di Palm Oil, Gedung Agro Plaza, Jakarta pada Senin (27/04/2026).

Korporasi

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:39 WITA

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim berdayakan CSR

Inovasi

CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:28 WITA