Prabowo Minta Produksi Batu Bara Ditingkatkan, RKAB Berpotensi Direvisi

Avatar photo

- Editor

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo minta produksi batu bara ditingkatkan, pemerintah kaji revisi RKAB dan potensi pajak ekspor komoditas. Foto dok Kementerian ESDM

Presiden Prabowo minta produksi batu bara ditingkatkan, pemerintah kaji revisi RKAB dan potensi pajak ekspor komoditas. Foto dok Kementerian ESDM

KABARTAMBANG – Pemerintah membuka peluang perubahan kebijakan produksi batu bara nasional setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan peningkatan volume produksi.

Arahan tersebut disampaikan dalam pembahasan bersama jajaran kabinet yang menyoroti kondisi sektor pertambangan di tengah dinamika pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut peningkatan produksi akan diikuti penyesuaian pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB.

“Bapak Presiden juga meminta agar volume daripada produksi batu bara bisa ditingkatkan, artinya akan ada perbaikan terkait dengan RKAB,” jelas Airlangga.

Sebelumnya, pemerintah sempat merancang penurunan target produksi sebagai respons terhadap melemahnya harga batu bara di pasar internasional.

Realisasi produksi pada 2025 tercatat mencapai 790 juta ton dengan sebagian besar disalurkan untuk kebutuhan ekspor.

BACA JUGA  Kementerian ESDM Tinjau Pemakaian Energi Nasional Fokus pada Efisiensi

Sekitar 43 persen dari total produksi tersebut dikirim ke pasar global sebagai bagian dari rantai pasok energi dunia.

Pemerintah Kaji Pajak Ekspor dan Penyesuaian RKAB

Rencana penurunan produksi yang sebelumnya diarahkan ke kisaran 600 juta ton untuk 2026 kini berpotensi berubah mengikuti kebijakan terbaru.

Pemerintah juga menyiapkan langkah tambahan melalui instrumen fiskal untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor batu bara.

Salah satu opsi yang dikaji adalah penerapan pajak ekspor seiring kemungkinan perbaikan harga komoditas di pasar global.

“Berikutnya, terkait dengan adanya tambahan daripada harga, maka terhadap batubara juga akan dihitung terkait dengan pajak ekspor, sehingga nanti besarnya akan dikaji oleh tim,” katanya.

BACA JUGA  Jaga Energi Nasional, Pemerintah Perketat Ekspor Batu Bara

Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan peningkatan pendapatan negara.

Pemerintah menargetkan tambahan penerimaan tanpa mengurangi daya saing pelaku usaha di sektor pertambangan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global.

Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN tetap diarahkan agar defisit berada di bawah batas yang ditetapkan.

Efisiensi belanja kementerian dan lembaga menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk menjaga keseimbangan tersebut.

Kebijakan di sektor batu bara ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional. ***

Berita Terkait

Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas dengan Rusia
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir Tahun
Pemerintah Percepat Penertiban IUP Bermasalah
Rusia Siap Bangun Kilang dan Storage Migas di Indonesia
PT Vale Terima Penghargaan Pemprov Sulteng
Indonesia Percepat Proyek PLTSa di 34 Kota untuk Atasi Sampah
Indonesia Amankan Rp11,42 T dari Penertiban Perkebunan dan Tambang Ilegal
Presiden Ungkap Masih Ada Pengusaha Tambang Nakal
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas dengan Rusia

Sabtu, 18 April 2026 - 14:37 WITA

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 18 April 2026 - 14:24 WITA

Pemerintah Percepat Penertiban IUP Bermasalah

Sabtu, 18 April 2026 - 14:20 WITA

Rusia Siap Bangun Kilang dan Storage Migas di Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 14:31 WITA

PT Vale Terima Penghargaan Pemprov Sulteng

Berita Terbaru

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Global

Korporasi

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:57 WITA

22 Talenta Baru dari 10 Kampus Indonesia

Korporasi

CNGR Rekrut 22 Talenta Baru dari 10 Kampus Indonesia

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:12 WITA

PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK), anak usaha PT TIMAH (Persero) Tbk,

Korporasi

PT DAK Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ASDP di Batam

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:49 WITA