KABARTAMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan dukungan terhadap kehadiran PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Morowali.
Perusahaan tambang nikel yang berada dalam holding MIND.ID tersebut dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Arnila HM Ali menyampaikan pernyataan tersebut usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan manajemen PT Vale di Palu.
Ia menyebut kehadiran perusahaan tersebut menjadi kabar yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya di wilayah Morowali dan Morowali Utara.
Arnila menilai keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan dalam forum tersebut membantu memperjelas berbagai hal yang sebelumnya belum diketahui oleh pihak DPRD.
“Kami hari ini sangat senang karena PT Vale menunjukkan keterbukaan. Artinya, hal-hal yang sebelumnya belum kami ketahui sekarang bisa kami pahami,” ujar legislator dari Partai NasDem itu.
Aspirasi Masyarakat Tambang
Dalam pertemuan tersebut DPRD Sulawesi Tengah turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang tinggal di kawasan lingkar tambang.
Arnila menilai peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal perlu menjadi perhatian utama perusahaan dalam menjalankan operasionalnya.
Ia juga mendorong adanya dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar aktivitas pertambangan.
Politisi yang akrab disapa Haji Cica itu berharap PT Vale dapat menjadi contoh bagi perusahaan tambang lain dalam pengelolaan industri yang memperhatikan keberlanjutan.
Ia menyebut investasi sektor pertambangan diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekonomi daerah.
Arnila menilai keberadaan industri pertambangan dapat membawa berbagai dampak sehingga pengelolaannya perlu diarahkan agar memberi manfaat bagi generasi muda Sulawesi Tengah di masa mendatang.
Proyek Smelter Morowali
Dalam kesempatan yang sama Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Endra Kusuma menjelaskan perusahaan saat ini tengah mempercepat pembangunan proyek smelter high pressure acid leaching atau HPAL di wilayah Sambalagi, Morowali.
Ia menyampaikan progres pembangunan fasilitas pengolahan nikel tersebut telah mencapai sekitar 21,5 persen.
Proyek tersebut pada awalnya ditargetkan selesai pada 2027 namun perusahaan berupaya mempercepat penyelesaiannya hingga akhir 2026.
Endra menyebut percepatan pembangunan dilakukan agar manfaat proyek dapat lebih cepat dirasakan oleh negara, pemerintah daerah, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi.
PT Vale juga menegaskan komitmen menjalankan kegiatan industri dengan memperhatikan keseimbangan antara aktivitas pertambangan, lingkungan, serta masyarakat di sekitar area operasional.
Selain pembangunan industri, perusahaan turut menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah IGP Morowali.
Salah satu program yang dijalankan adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program TPS3R yang dikelola Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Valone Jaya di Desa Onepute Jaya.
Program tersebut melayani 267 kepala keluarga yang berada di wilayah tersebut.
Data tahun 2025 mencatat program itu telah mengelola sekitar 218 ton sampah yang terdiri dari 55 ton sampah organik, 6 ton anorganik, dan 156 ton residu.
Perusahaan juga menjalankan kegiatan edukasi pengelolaan sampah melalui sosialisasi di 15 sekolah dasar yang berada di 13 desa wilayah pemberdayaan.
Pendampingan pengelolaan sampah turut dilakukan di Desa Dampala dan Unsongi di Kabupaten Morowali.











