KABARTAMBANG – Suasana di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta pada Selasa pagi tampak lebih ramai dengan kehadiran deretan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menampilkan berbagai produk.
Bazar tersebut menghadirkan aneka makanan dan minuman khas Ramadan, kue kering untuk Lebaran, busana muslim, kerajinan tangan, hingga beragam kebutuhan rumah tangga yang ditawarkan kepada pengunjung.
Harga produk yang relatif terjangkau membuat kegiatan bazar tersebut menarik perhatian pegawai maupun masyarakat yang datang untuk berbelanja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penyelenggaraan Bazar Semarak Ramadan 2026 yang berlangsung di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Bazar tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM yang menghadirkan ruang promosi sekaligus tempat penjualan bagi pelaku UMKM.
Melalui bazar tersebut para pelaku usaha diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.
“Saya mengapresiasi dan menyambut baik program dari DWP Kementerian ESDM ini untuk berbagi kasih secara ekonomi,” ujar Bahlil saat membuka kegiatan tersebut di Jakarta.
Bazar Ramadan Kementerian ESDM Dorong Penguatan UMKM
Dalam kesempatan itu Bahlil menyoroti peran besar sektor UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia memaparkan bahwa kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto mencapai sekitar enam puluh persen.
Bahlil juga menjelaskan bahwa sebagian besar lapangan pekerjaan di Indonesia berasal dari sektor UMKM.
Dari sekitar seratus tiga puluh dua juta tenaga kerja nasional, sekitar seratus dua puluh juta di antaranya bekerja pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Jumlah pelaku usaha di sektor ini diperkirakan mencapai sekitar enam puluh empat hingga enam puluh lima juta unit usaha di seluruh Indonesia.
Bahlil menyebut sektor UMKM juga terbukti memiliki ketahanan yang kuat ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi pada tahun 1998 hingga 1999.
Pada masa tersebut inflasi nasional sempat mencapai delapan puluh tiga persen dan defisit ekonomi mencapai tiga belas persen dengan cadangan devisa yang menurun drastis.
Meski kondisi ekonomi nasional mengalami tekanan berat pada periode itu, sektor UMKM tetap bertahan dan berperan dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu Penasehat DWP Kementerian ESDM Sri Suparni Bahlil menjelaskan bahwa kegiatan bazar Ramadan tersebut dapat terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak di lingkungan kementerian serta sejumlah instansi terkait.
Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan ruang promosi bagi produknya.
Bazar Semarak Ramadan 2026 mengangkat tema “UMKM Tangguh Energi Tumbuh” yang mencerminkan semangat penguatan sektor usaha kecil di tengah dinamika ekonomi.
Ketua Panitia Bazar Vinay Erani Yustika menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan dan pemberdayaan UMKM.
Melalui kegiatan ini para pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan produk mereka.
Kegiatan bazar juga memberikan kemudahan bagi pegawai maupun masyarakat sekitar untuk mendapatkan berbagai produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat sehingga UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
Kehadiran pengunjung yang memadati area bazar turut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan UMKM yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.











