Mengenal Teknologi Padi Panen Berkali-kali ala PT Vale

Avatar photo

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program demplot padi Vale di Kolaka memperkenalkan teknologi panen berulang yang meningkatkan produksi sekaligus efisiensi biaya petani. Foto PT Vale

Program demplot padi Vale di Kolaka memperkenalkan teknologi panen berulang yang meningkatkan produksi sekaligus efisiensi biaya petani. Foto PT Vale

KABARTAMBANG – Area persawahan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjadi lokasi percobaan metode budidaya padi yang menawarkan cara baru dalam pengelolaan tanaman pangan.

Program demplot yang dijalankan PT Vale Indonesia Tbk memperkenalkan teknologi pertanian yang memungkinkan tanaman padi dipanen berulang tanpa proses tanam ulang.

Kegiatan panen bersama dilaksanakan pada 8 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan produksi pangan di wilayah sekitar operasional perusahaan yang tergabung dalam grup industri tambang MIND ID.

Lahan percontohan seluas sekitar 36 are digunakan untuk menguji berbagai metode budidaya padi yang disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat.

Sebagian area sawah dikelola dengan sistem pertanian organik, sedangkan sebagian lainnya menggunakan metode konvensional yang dipadukan dengan teknologi pertanian presisi.

CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto menyatakan perusahaan menjalankan berbagai inisiatif pengembangan masyarakat yang mencakup sektor pertanian di sekitar wilayah operasional.

“Program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan kami untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Teknologi Padi Panen Berkali-kali Diuji di Lahan Kolaka

Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan tanam perdana yang telah dilakukan pada November 2025 di sejumlah desa mitra perusahaan di wilayah Kolaka.

BACA JUGA  DPRD Sulawesi Tengah Dukung Kehadiran PT Vale

Tiga desa yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.

Sejumlah varietas padi unggulan diuji dalam program ini antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu.

Teknologi Perennial Rice dan metode Salibu diterapkan untuk memungkinkan tanaman padi kembali tumbuh setelah panen tanpa penanaman ulang.

Pendekatan tersebut memberi peluang bagi petani melakukan panen hingga delapan kali dalam satu siklus budidaya.

Penggunaan sistem tersebut juga dapat menekan pengeluaran produksi karena kebutuhan benih, proses persemaian, dan pengolahan lahan dapat dikurangi secara signifikan.

Head External Relation Growth PT Vale Indonesia Tbk Endra Kusuma menyampaikan perusahaan memandang sektor pertanian sebagai salah satu jalur untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekitar.

Perusahaan turut memberikan pendampingan teknis kepada petani melalui transfer pengetahuan serta penerapan teknik budidaya yang lebih efisien.

Hasil panen dari lahan percontohan tersebut menunjukkan capaian produksi yang cukup baik pada beberapa varietas yang diuji.

Lahan organik seluas 10 are yang ditanami varietas Trisakti menghasilkan panen sekitar 6,9 ton gabah.

BACA JUGA  PT Vale dan Forkopimda Luwu Timur Perkuat Sinergi Bangun Daerah Berkelanjutan

Sementara area konvensional seluas 26 are menghasilkan sekitar 15 ton produksi dari enam varietas padi yang ditanam dalam percobaan tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar menyampaikan dukungan terhadap keterlibatan perusahaan dalam memperkuat program produksi pangan di daerah.

Ia menilai kerja sama antara pemerintah dan sektor industri dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Salah satu petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Organik Kolaka, Salmi, merasakan perubahan dalam sistem budidaya setelah menerapkan metode organik yang diperkenalkan dalam program tersebut.

Petani memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk membuat pupuk sehingga pengeluaran produksi dapat ditekan.

Harga jual hasil panen juga dinilai lebih baik sehingga pendapatan petani meningkat dibandingkan metode budidaya sebelumnya.

Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan di sektor pertanian telah berlangsung sejak 2021.

Hingga Oktober 2025 kegiatan tersebut melibatkan setidaknya 55 petani termasuk sembilan petani perempuan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan pertanian lokal.

Model demplot padi yang diterapkan di Kolaka diharapkan dapat menjadi contoh praktik budidaya yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain.

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih
PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun
PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta
Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026
PT Vale Tanam Ratusan Pohon dan Bersihkan Pesisir Morowali
PTK Bangun Kapal Utility Boat 22 Pax, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Pertamina Dorong Pembalap Muda Lewat Mandalika Racing Series 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:39 WITA

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Senin, 27 April 2026 - 14:05 WITA

MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WITA

PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WITA

PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta

Senin, 27 April 2026 - 13:46 WITA

Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026

Berita Terbaru

Menteri ESDM

Pemerintahan

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Antam

Pasar

Harga Emas Antam 28 April 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:41 WITA

CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, bersama PTPN III, Ryanto Wisnuardhy dan MedCo, Aradea Z Arifin melakukan penandatanganan kerja sama Pengembangan Bioetanol di Palm Oil, Gedung Agro Plaza, Jakarta pada Senin (27/04/2026).

Korporasi

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:39 WITA

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim berdayakan CSR

Inovasi

CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:28 WITA