Harga Minyak Mentah Indonesia Februari Meningkat, Ini Pemicunya

Avatar photo

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

KABARTAMBANG – Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Februari 2026 sebesar 68,79 dolar Amerika Serikat per barel.

Angka tersebut meningkat sekitar 4,38 dolar per barel dibandingkan harga pada Januari 2026 yang berada pada level 64,41 dolar per barel.

Penetapan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 115.K/MG.03/MEM.M/2026 mengenai harga minyak mentah bulan Februari 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaiman menjelaskan perubahan harga tersebut dipengaruhi berbagai dinamika yang terjadi di pasar energi global.

Ia menyebut salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Kenaikan ICP pada Februari 2026 dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di pasar minyak global, antara lain meningkatnya risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia,” kata Laode di Jakarta, Selasa.

Ketegangan Geopolitik dan Pasokan Global Pengaruhi Harga ICP

Menurutnya, situasi geopolitik tersebut memicu berbagai respons kebijakan dan aktivitas militer di sejumlah wilayah strategis yang berpotensi mempengaruhi jalur distribusi energi dunia.

BACA JUGA  Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Kolaborasi Energi Rendah Emisi

Aktivitas militer yang meningkat di wilayah perairan Timur Tengah dinilai turut menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Selain itu, serangan terhadap beberapa fasilitas energi di Rusia juga meningkatkan sentimen pasar terhadap kemungkinan gangguan suplai minyak dunia.

Pergerakan harga minyak mentah dunia juga dipengaruhi oleh kondisi produksi global yang mengalami penurunan pada awal tahun 2026.

Laporan dari International Energy Agency (IEA) mencatat adanya penurunan produksi minyak dari sejumlah negara produsen utama termasuk kelompok OPEC+.

Situasi tersebut menyebabkan keseimbangan pasokan minyak di pasar global menjadi lebih ketat.

Faktor lain yang memengaruhi harga minyak adalah menurunnya stok produk minyak di Amerika Serikat yang mencerminkan meningkatnya konsumsi energi.

Penurunan stok tersebut juga menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi yang mendorong permintaan energi.

Di kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pengolahan minyak di Singapura.

Tingkat pengolahan minyak mentah atau crude throughput di negara tersebut meningkat sekitar satu persen secara bulanan hingga mencapai 89 persen dari total kapasitas kilang sekitar 1,12 juta barel per hari.

BACA JUGA  PLTN Jadi Opsi Strategis Indonesia Menuju Net Zero Emission 2060

Selain itu, China juga meningkatkan cadangan minyak strategis hingga sekitar satu juta barel yang turut memperketat keseimbangan pasar minyak global.

Data perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Februari 2026 menunjukkan sejumlah indikator harga mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Harga rata-rata ICP Indonesia naik 4,38 dolar per barel dari 64,41 dolar per barel menjadi 68,79 dolar per barel.

Harga minyak mentah Brent di bursa Intercontinental Exchange (ICE) meningkat sekitar 4,64 dolar per barel dari 64,73 dolar menjadi 69,37 dolar per barel.

Sementara harga West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (Nymex) naik sekitar 4,26 dolar per barel dari 60,26 dolar menjadi 64,52 dolar per barel.

Harga Dated Brent juga mengalami kenaikan sekitar 4,35 dolar per barel dari 66,80 dolar menjadi 71,15 dolar per barel.

Sementara rata-rata harga minyak dalam keranjang Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) meningkat sekitar 5,48 dolar per barel dari 62,31 dolar pada akhir Januari menjadi 67,79 dolar per barel pada akhir Februari 2026.

Berita Terkait

Menteri ESDM Tinjau Penertiban Tambang Ilegal di Murung Raya
Pengembangan EBT Digenjot Pertamina Demi Stabilitas Energi Nasional
Prabowo Tekankan Hilirisasi Industri untuk Perluas Lapangan Kerja Generasi Muda
Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Kolaborasi Energi Rendah Emisi
Penghematan Energi, Pemerintah WFH ASN dan Pegawai Swasta
Pemerintah Umumkan 8 Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi
Indonesia Perkuat Diplomasi Energi Lewat Kunjungan ke Jepang
Kemlu RI Koordinasi dengan Iran untuk Keselamatan Kapal Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 14:58 WITA

Menteri ESDM Tinjau Penertiban Tambang Ilegal di Murung Raya

Sabtu, 4 April 2026 - 22:33 WITA

Pengembangan EBT Digenjot Pertamina Demi Stabilitas Energi Nasional

Sabtu, 4 April 2026 - 22:29 WITA

Prabowo Tekankan Hilirisasi Industri untuk Perluas Lapangan Kerja Generasi Muda

Rabu, 1 April 2026 - 15:24 WITA

Penghematan Energi, Pemerintah WFH ASN dan Pegawai Swasta

Rabu, 1 April 2026 - 15:21 WITA

Pemerintah Umumkan 8 Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi

Berita Terbaru

Lenni Lesviani

Ragam

Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani

Rabu, 8 Apr 2026 - 16:14 WITA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Pemerintahan

Menteri ESDM Tinjau Penertiban Tambang Ilegal di Murung Raya

Rabu, 8 Apr 2026 - 14:58 WITA

PT Timah dorong UMKM Belitung lewat Rumah BUMN, bantu pemasaran dan pengembangan usaha hingga jangkauan pasar makin luas.

Korporasi

Dukungan PT Timah Dorong UMKM Belitung Tembus Pasar Lebih Luas

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:38 WITA

Fasilitas energi terbarukan Pertamina yang mendukung produksi listrik bersih dan ketahanan energi nasional Indonesia.

Pemerintahan

Pengembangan EBT Digenjot Pertamina Demi Stabilitas Energi Nasional

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:33 WITA