Transisi Energi Nasional Dipercepat melalui Proyek Listrik Tenaga Surya

Avatar photo

- Editor

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo berbicara tentang percepatan energi terbarukan pada acara HUT Danantara di Jakarta.

Presiden Prabowo berbicara tentang percepatan energi terbarukan pada acara HUT Danantara di Jakarta.

KABARTAMBANG – Pemerintah Indonesia mulai mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) guna mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis fosil.

Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan berbagai potensi energi alternatif yang tersedia di Indonesia seperti tenaga surya, panas bumi, biomassa, dan sumber energi terbarukan lainnya.

Langkah percepatan tersebut disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan arahan terkait kebijakan energi nasional.

Presiden menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi.

Fokus kebijakan tersebut diarahkan pada pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar serta program konversi kendaraan berbasis listrik.

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber energi alternatif yang sangat besar untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

“Kita sudah punya niat untuk swasembada energi yang kita yakini dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Prabowo saat menghadiri acara syukuran hari ulang tahun Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3).

BACA JUGA  Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir Tahun

Pemerintah Targetkan Pembangunan Listrik Tenaga Surya Skala Besar

Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas mencapai sekitar 100 gigawatt (GW).

Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pemanfaatan energi ramah lingkungan di sektor kelistrikan.

Presiden menilai pengembangan energi surya dapat dilakukan dalam waktu relatif cepat dengan dukungan teknologi dan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Selain tenaga surya, pemerintah juga menilai sumber energi lain seperti kelapa sawit, singkong, jagung, serta tebu memiliki potensi untuk diolah menjadi energi alternatif.

Indonesia juga diketahui memiliki cadangan panas bumi (geothermal) yang sangat besar di tingkat global.

BACA JUGA  Kementerian ESDM Petakan Risiko Gerakan Tanah, Jawa Barat Wilayah Terbanyak

Pengembangan berbagai sumber energi tersebut dipandang dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kebijakan pembangunan PLTS dalam skala besar merupakan arahan langsung dari Presiden.

Ia menyebut sebagian pembangkit listrik di Indonesia masih bergantung pada diesel, batu bara, serta gas.

Menurut Bahlil, pembangunan PLTS diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil khususnya pembangkit berbasis diesel.

Program pengembangan EBT juga akan memanfaatkan berbagai potensi sumber energi daerah seperti panas bumi dan tenaga air.

Pemanfaatan berbagai sumber energi tersebut dinilai mampu memperkuat sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

Berita Terkait

Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas dengan Rusia
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir Tahun
Pemerintah Percepat Penertiban IUP Bermasalah
Rusia Siap Bangun Kilang dan Storage Migas di Indonesia
PT Vale Terima Penghargaan Pemprov Sulteng
Indonesia Percepat Proyek PLTSa di 34 Kota untuk Atasi Sampah
Indonesia Amankan Rp11,42 T dari Penertiban Perkebunan dan Tambang Ilegal
Presiden Ungkap Masih Ada Pengusaha Tambang Nakal

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas dengan Rusia

Sabtu, 18 April 2026 - 14:37 WITA

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 18 April 2026 - 14:24 WITA

Pemerintah Percepat Penertiban IUP Bermasalah

Sabtu, 18 April 2026 - 14:20 WITA

Rusia Siap Bangun Kilang dan Storage Migas di Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 14:31 WITA

PT Vale Terima Penghargaan Pemprov Sulteng

Berita Terbaru

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Global

Korporasi

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:57 WITA

22 Talenta Baru dari 10 Kampus Indonesia

Korporasi

CNGR Rekrut 22 Talenta Baru dari 10 Kampus Indonesia

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:12 WITA

PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK), anak usaha PT TIMAH (Persero) Tbk,

Korporasi

PT DAK Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ASDP di Batam

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:49 WITA