Produksi Nikel Stabil, Laba PT Vale Indonesia Tumbuh Sepanjang Tahun

Avatar photo

- Editor

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale Indonesia mencatat laba naik 32 persen di 2025, ditopang efisiensi biaya dan penguatan produksi nikel tahunan.

PT Vale Indonesia mencatat laba naik 32 persen di 2025, ditopang efisiensi biaya dan penguatan produksi nikel tahunan.

KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pertumbuhan laba sepanjang 2025 meskipun aktivitas operasional perusahaan mengalami sejumlah penyesuaian.

Direktur dan Chief Financial Officer PT Vale Indonesia, Rizky Putra, menyampaikan laba bersih perusahaan mencapai USD 76,1 juta atau sekitar Rp 1,29 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.981.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 32 persen dibandingkan perolehan laba pada tahun sebelumnya.

Rizky menjelaskan capaian ini dipengaruhi oleh peningkatan kinerja operasional yang terjaga serta penguatan volume produksi sepanjang tahun berjalan.

Ia juga menyebut pengelolaan biaya yang dilakukan secara disiplin turut mendukung stabilitas kinerja keuangan perusahaan.

Sepanjang 2025, perusahaan menggelontorkan belanja modal sebesar USD 485,9 juta yang meningkat dibandingkan realisasi USD 332,1 juta pada tahun sebelumnya.

Alokasi tersebut difokuskan untuk mendukung pengembangan proyek serta kebutuhan sustaining capital dalam menjaga kelangsungan operasional.

Hingga akhir Desember 2025, posisi kas perusahaan tercatat sebesar USD 376,3 juta yang menunjukkan kondisi likuiditas yang tetap terjaga.

BACA JUGA  Antam Pulihkan Lahan Tidur Lewat Pertanian Sirkular

Produksi Nikel dan Pengembangan Proyek Terus Berjalan

Dari sisi produksi, PT Vale mencatat realisasi nikel dalam matte sebesar 72.027 metrik ton sepanjang 2025.

Capaian tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 71.311 ton.

Namun pada kuartal IV 2025, produksi tercatat sebesar 17.052 ton atau mengalami penurunan dibandingkan kuartal III yang mencapai 19.391 ton.

Penurunan ini terjadi seiring pelaksanaan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Jika dibandingkan dengan kuartal IV 2024 sebesar 18.528 ton, produksi pada periode yang sama tahun ini juga tercatat lebih rendah.

Rizky menyampaikan bahwa secara tahunan kinerja produksi tetap menunjukkan peningkatan yang mencerminkan konsistensi pengelolaan operasional.

Di sektor penjualan, perusahaan memperluas aktivitas komersial melalui distribusi bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi.

Total penjualan bijih saprolit sepanjang 2025 mencapai 2.316.023 wet metric tons dengan volume tertinggi terjadi pada Oktober sebesar 516.167 wet metric tons.

BACA JUGA  PT Bukit Asam Gelar Panen Raya Program Kalium Humat

Kontribusi terbesar terhadap penjualan tersebut berasal dari Blok Bahodopi.

Dari sisi konsumsi energi, penggunaan HSFO, diesel, dan batu bara mengalami penurunan pada kuartal IV 2025.

Penurunan ini berkaitan dengan berkurangnya volume produksi serta dimulainya pembangunan kembali Furnace 3.

Pada periode yang sama, harga HSFO mengalami penurunan sebesar 4 persen, sementara harga diesel dan batu bara masing-masing mengalami kenaikan sebesar 6 persen dan 1 persen.

Ke depan, perusahaan akan memperkuat arah pengembangan melalui proyek pertambangan dan fasilitas pengolahan hilir bersama mitra usaha patungan.

Proyek pertambangan di Pomalaa telah mencapai progres sekitar 60 persen dengan sejumlah fasilitas tahap awal yang telah diselesaikan.

Sementara itu, proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) mencatat progres konstruksi sekitar 50 persen.

Rizky menyatakan proyek tersebut telah memasuki tahapan penting dengan kedatangan empat unit autoclave serta pemasangan unit pertama.

“Proyek ini tetap berada pada jalurnya untuk mencapai penyelesaian mekanis pertama pada triwulan ketiga tahun 2026,” ujar Rizky.

Berita Terkait

Dukungan PT Timah Dorong UMKM Belitung Tembus Pasar Lebih Luas
PLTS Pertamina Ubah Nasib Desa, Produktivitas Naik dan Emisi Turun
PT Bukit Asam Intensifkan Pendampingan Kelompok Binaan
ANTAM Perkuat Posisi Industri lewat Lonjakan Profit dan Hilirisasi Mineral
Pertamina Catat Omzet UMK Binaan Capai Rp5,72 Miliar
Harga Emas Antam Kembali Menguat Usai Lebaran, Ini Daftar Terbarunya
PT Timah Salurkan Dukungan Kegiatan Siswa ke SMAN 1 Pemali Bangka
Tak Naik, Ini Harga BBM 1 April 2026
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 22:38 WITA

Dukungan PT Timah Dorong UMKM Belitung Tembus Pasar Lebih Luas

Sabtu, 4 April 2026 - 22:21 WITA

PLTS Pertamina Ubah Nasib Desa, Produktivitas Naik dan Emisi Turun

Rabu, 1 April 2026 - 15:52 WITA

PT Bukit Asam Intensifkan Pendampingan Kelompok Binaan

Rabu, 1 April 2026 - 15:45 WITA

ANTAM Perkuat Posisi Industri lewat Lonjakan Profit dan Hilirisasi Mineral

Rabu, 1 April 2026 - 15:39 WITA

Pertamina Catat Omzet UMK Binaan Capai Rp5,72 Miliar

Berita Terbaru

Lenni Lesviani

Ragam

Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani

Rabu, 8 Apr 2026 - 16:14 WITA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Pemerintahan

Menteri ESDM Tinjau Penertiban Tambang Ilegal di Murung Raya

Rabu, 8 Apr 2026 - 14:58 WITA

PT Timah dorong UMKM Belitung lewat Rumah BUMN, bantu pemasaran dan pengembangan usaha hingga jangkauan pasar makin luas.

Korporasi

Dukungan PT Timah Dorong UMKM Belitung Tembus Pasar Lebih Luas

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:38 WITA

Fasilitas energi terbarukan Pertamina yang mendukung produksi listrik bersih dan ketahanan energi nasional Indonesia.

Pemerintahan

Pengembangan EBT Digenjot Pertamina Demi Stabilitas Energi Nasional

Sabtu, 4 Apr 2026 - 22:33 WITA