KABARTAMBANG – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas memastikan pasokan bahan bakar minyak di ruas tol Jawa Barat bagian selatan dalam kondisi aman menjelang puncak arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepastian tersebut disampaikan setelah dilakukan pemantauan langsung di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di ruas tol Padalarang–Cileunyi atau Padaleunyi, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, meninjau SPBU 149B dan SPBU 125B yang menjadi titik penting bagi pengguna jalan dari wilayah selatan Jawa Barat menuju Bandung dan Jakarta.
“Kedua SPBU ini cukup luas dan nyaman. Merupakan SPBU transit bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada arus balik ini, baik dari wilayah Garut, Tasikmalaya serta jawa wilayah selatan yang melakukan perjalanan, baik itu arah Bandung maupun Jakarta. Semua produk BBM tersedia,” ungkap Wahyudi.
Keberadaan dua SPBU tersebut dinilai strategis karena menjadi lokasi istirahat sekaligus pengisian bahan bakar bagi pengendara sebelum melanjutkan perjalanan.
Berdasarkan hasil pemantauan, konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax mengalami peningkatan selama periode libur Lebaran.
Kenaikan konsumsi tercatat berada pada kisaran 5 hingga 10 persen dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, penggunaan Biosolar mengalami penurunan sekitar 30 persen akibat pembatasan operasional kendaraan berat selama masa arus mudik dan arus balik.
Layanan Tambahan Disiapkan Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Untuk menjaga ketersediaan BBM, Pertamina Patra Niaga menyiapkan SPBU kantong berupa mobil tangki di sejumlah titik.
Fasilitas tersebut digunakan sebagai cadangan pasokan guna mempercepat pengisian ulang di SPBU saat terjadi lonjakan kebutuhan.
“Disediakan mobile storage atau SPBU kantong, di mana tersimpan 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax yang siap untuk diturunkan di SPBU, dan ini sudah disiagakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat untuk mempercepat pengisian stok BBM di SPBU,” ujar Wahyudi.
Selain memantau distribusi, BPH Migas juga melakukan pengujian kualitas dan volume BBM yang disalurkan kepada masyarakat.
Uji berat jenis atau densitas dilakukan untuk memastikan kesesuaian standar mutu bahan bakar.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas dan takaran BBM telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengendara diimbau untuk memperkirakan kebutuhan bahan bakar sebelum memulai perjalanan guna menghindari kendala di perjalanan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lalu lintas dan menghindari titik rawan kemacetan agar perjalanan arus balik berjalan lancar.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga terus menjaga ketersediaan stok BBM di setiap SPBU melalui penambahan pasokan secara berkala.
Layanan tambahan berupa motoris BBM juga disiagakan untuk membantu pengendara yang kehabisan bahan bakar saat terjebak kemacetan di jalur padat. ***












