KABARTAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan potensi gerakan tanah di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan laporan terbaru yang diterimanya.
Ia menyebutkan wilayah dengan potensi gerakan tanah terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat.
Pemaparan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026.
“Kemudian ada laporan satu lagi tentang tanah bergerak, gerakan tanah. Saya juga baru tahu Pak, ESDM itu gerak tanah pun diatur di sini Pak. Ini yang paling banyak ini di Jawa Barat,” kata Bahlil.
Meski jumlah titik rawan cukup tinggi, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan melalui langkah mitigasi yang telah disiapkan.
Tim dari Badan Geologi telah ditempatkan di sejumlah lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
“Masih bisa dimitigasi karena tim kita di sana lengkap untuk memberitahukan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan penjelasan. Saya pikir itu Bapak menyangkut halaman berikut gempa bumi dan tsunami tidak ada sesuatu yang menonjol. Jadi insya Allah clear,” kata Bahlil.
Aktivitas Gunung Api Dipastikan Aman Jelang Idulfitri
Selain gerakan tanah, pemerintah juga memantau kondisi aktivitas gunung api di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman menjelang perayaan Idulfitri 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada gunung api yang berada pada status Level 4 atau Awas.
Namun, terdapat dua gunung api yang saat ini berada pada status Level 3 atau Siaga.
“Ini untuk gunung api, supaya pada saat hari rayanya insya Allah aman Bapak. Dari level 4 gunung api tidak ada. Yang ada level 3 saja,” kata Bahlil.
Dua gunung tersebut yakni Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Gunung Semeru di Jawa Timur.
Pemerintah terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan aktivitas vulkanik tetap dalam kondisi terkendali. ***












