Vale Pastikan Produksi Nikel Matte Sorowako Tetap Stabil

Avatar photo

- Editor

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale

PT Vale

KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk memastikan produksi nikel matte di smelter Sorowako, Sulawesi Selatan, tetap berjalan sesuai proyeksi meski pemerintah melakukan pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor nikel.

Kebijakan pengurangan RKAB diterapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menekan pasokan nikel nasional agar harga komoditas tersebut di pasar global dapat terdongkrak.

Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale, Budiawansyah, menyampaikan rencana produksi nikel matte perusahaan tidak mengalami perubahan.

“Rencana produksi nikel matte tidak terpengaruh sama sekali dan masih sesuai dengan forecast,” ujar Budiawansyah dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA  Vale Pomalaa Perkuat Posisi Indonesia di Rantai Pasok Mineral Dunia

Operasional smelter Sorowako tetap berjalan stabil karena pemerintah memberikan persetujuan penuh terhadap RKAB Vale untuk kegiatan produksi di wilayah tersebut.

Proyek Smelter Pomalaa Dikebut

Perhatian perusahaan saat ini tertuju pada kesiapan pasokan bijih nikel untuk smelter berbasis high pressure acid leaching (HPAL) yang tengah dibangun di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Proyek smelter tersebut ditargetkan mencapai tahap mechanical completion atau penyelesaian mekanis pada Agustus 2026 apabila tidak ada hambatan berarti.

Vale menyiapkan rencana peningkatan produksi pada semester kedua setelah fasilitas tersebut memasuki fase awal operasi.

BACA JUGA  PTK Bangun Kapal Utility Boat 22 Pax, Perkuat Distribusi Energi Nasional

Perusahaan memperkirakan pasokan bijih nikel harus tersedia sekitar dua hingga tiga bulan sebelum tahap produksi dimulai.

Vale telah berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM untuk mengajukan revisi RKAB tahun 2026 guna memastikan ketersediaan bahan baku bagi smelter Pomalaa.

Budiawansyah menyebut pemerintah memahami kebutuhan tersebut karena pembangunan smelter HPAL merupakan bagian dari komitmen hilirisasi nikel nasional.

Vale menargetkan revisi RKAB dapat disetujui pada Juni 2026 atau bahkan lebih awal agar persiapan operasional smelter Pomalaa berjalan sesuai rencana.

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih
PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun
PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta
Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026
PT Vale Tanam Ratusan Pohon dan Bersihkan Pesisir Morowali
PTK Bangun Kapal Utility Boat 22 Pax, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Pertamina Dorong Pembalap Muda Lewat Mandalika Racing Series 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:39 WITA

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Senin, 27 April 2026 - 14:05 WITA

MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WITA

PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WITA

PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta

Senin, 27 April 2026 - 13:46 WITA

Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026

Berita Terbaru

Menteri ESDM

Pemerintahan

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Antam

Pasar

Harga Emas Antam 28 April 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:41 WITA

CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, bersama PTPN III, Ryanto Wisnuardhy dan MedCo, Aradea Z Arifin melakukan penandatanganan kerja sama Pengembangan Bioetanol di Palm Oil, Gedung Agro Plaza, Jakarta pada Senin (27/04/2026).

Korporasi

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:39 WITA

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim berdayakan CSR

Inovasi

CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:28 WITA