PT Vale Perkuat Posisi di Industri Nikel Lewat Proyek Hilirisasi

Avatar photo

- Editor

Minggu, 22 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale Indonesia catat laba naik 32 persen di 2025 didukung efisiensi, pendapatan tumbuh, meski harga nikel global mengalami tekanan.

PT Vale Indonesia catat laba naik 32 persen di 2025 didukung efisiensi, pendapatan tumbuh, meski harga nikel global mengalami tekanan.

KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk mencatat lonjakan laba bersih sebesar 32 persen sepanjang tahun 2025 hingga mencapai AS$76,1 juta.

Kenaikan kinerja tersebut mencerminkan perbaikan operasional perusahaan yang berjalan seiring dengan penerapan strategi efisiensi secara berkelanjutan di tengah dinamika industri global.

Pendapatan perseroan juga menunjukkan pertumbuhan dengan capaian AS$990,2 juta atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang ditopang oleh peningkatan volume pengiriman dan optimalisasi profitabilitas.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA tahunan tercatat mencapai AS$228,2 juta dengan kinerja yang tetap solid meskipun secara triwulanan sempat mengalami tekanan akibat penurunan volume produksi.

Kinerja Keuangan PT Vale Indonesia Menguat di Tengah Tekanan Harga Nikel

Di tengah capaian positif tersebut, perusahaan masih menghadapi tekanan harga komoditas dengan rata-rata harga nikel matte sepanjang 2025 berada di level AS$12.157 per ton atau turun sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA  PT Vale Dorong Kemitraan Media untuk Transparansi Informasi Publik

Namun, perusahaan berhasil menjaga efisiensi dengan menekan biaya kas penjualan menjadi sekitar AS$9.339 per ton, lebih rendah dari periode sebelumnya.

Langkah efisiensi ini memperlihatkan konsistensi manajemen dalam menjaga struktur biaya agar tetap kompetitif di tengah fluktuasi pasar global.

Dari sisi investasi, belanja modal (capital expenditure/capex) meningkat signifikan menjadi AS$485,9 juta yang difokuskan untuk pengembangan proyek strategis dan keberlanjutan operasional jangka panjang.

BACA JUGA  Pertamina Luncurkan Program Mudik Aman Berbagi Harapan

Salah satu proyek utama yang terus didorong adalah pengembangan hilirisasi, termasuk proyek Pomalaa yang telah mencapai progres sekitar 60 persen.

Selain itu, pembangunan kembali Furnace 3 juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kapasitas produksi dan ditargetkan rampung pada 2026.

Dalam aspek keberlanjutan, perusahaan mencatat peningkatan kinerja ESG dengan perbaikan skor risiko Sustainalytics menjadi 23,7 pada November 2025 yang menempatkan posisi perseroan semakin kompetitif di sektor pertambangan.

Dengan berbagai capaian tersebut, perusahaan optimistis dapat mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus memperkuat posisi di industri nikel global.

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih
PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun
PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta
Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026
PT Vale Tanam Ratusan Pohon dan Bersihkan Pesisir Morowali
PTK Bangun Kapal Utility Boat 22 Pax, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Pertamina Dorong Pembalap Muda Lewat Mandalika Racing Series 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:39 WITA

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Senin, 27 April 2026 - 14:05 WITA

MIND ID Lampaui Target 13 Persen Laba Bersih

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WITA

PT Timah Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Karimun

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WITA

PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berkelanjutan US$750 Juta

Senin, 27 April 2026 - 13:46 WITA

Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara Proliga 2026

Berita Terbaru

Menteri ESDM

Pemerintahan

Presiden Prabowo Periksa Kondisi Energi Nasional

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Antam

Pasar

Harga Emas Antam 28 April 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:41 WITA

CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, bersama PTPN III, Ryanto Wisnuardhy dan MedCo, Aradea Z Arifin melakukan penandatanganan kerja sama Pengembangan Bioetanol di Palm Oil, Gedung Agro Plaza, Jakarta pada Senin (27/04/2026).

Korporasi

Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:39 WITA

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim berdayakan CSR

Inovasi

CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:28 WITA