KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk mencatat lonjakan laba bersih sebesar 32 persen sepanjang tahun 2025 hingga mencapai AS$76,1 juta.
Kenaikan kinerja tersebut mencerminkan perbaikan operasional perusahaan yang berjalan seiring dengan penerapan strategi efisiensi secara berkelanjutan di tengah dinamika industri global.
Pendapatan perseroan juga menunjukkan pertumbuhan dengan capaian AS$990,2 juta atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang ditopang oleh peningkatan volume pengiriman dan optimalisasi profitabilitas.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA tahunan tercatat mencapai AS$228,2 juta dengan kinerja yang tetap solid meskipun secara triwulanan sempat mengalami tekanan akibat penurunan volume produksi.
Kinerja Keuangan PT Vale Indonesia Menguat di Tengah Tekanan Harga Nikel
Di tengah capaian positif tersebut, perusahaan masih menghadapi tekanan harga komoditas dengan rata-rata harga nikel matte sepanjang 2025 berada di level AS$12.157 per ton atau turun sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, perusahaan berhasil menjaga efisiensi dengan menekan biaya kas penjualan menjadi sekitar AS$9.339 per ton, lebih rendah dari periode sebelumnya.
Langkah efisiensi ini memperlihatkan konsistensi manajemen dalam menjaga struktur biaya agar tetap kompetitif di tengah fluktuasi pasar global.
Dari sisi investasi, belanja modal (capital expenditure/capex) meningkat signifikan menjadi AS$485,9 juta yang difokuskan untuk pengembangan proyek strategis dan keberlanjutan operasional jangka panjang.
Salah satu proyek utama yang terus didorong adalah pengembangan hilirisasi, termasuk proyek Pomalaa yang telah mencapai progres sekitar 60 persen.
Selain itu, pembangunan kembali Furnace 3 juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kapasitas produksi dan ditargetkan rampung pada 2026.
Dalam aspek keberlanjutan, perusahaan mencatat peningkatan kinerja ESG dengan perbaikan skor risiko Sustainalytics menjadi 23,7 pada November 2025 yang menempatkan posisi perseroan semakin kompetitif di sektor pertambangan.
Dengan berbagai capaian tersebut, perusahaan optimistis dapat mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus memperkuat posisi di industri nikel global.











