KABARTAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah menyiapkan dukungan insentif bagi masyarakat yang mengikuti program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan konversi kendaraan yang sebelumnya dijalankan pada 2023 dengan kuota 50 ribu unit.
Bahlil menjelaskan bahwa konversi kendaraan roda dua menjadi motor listrik merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mengalihkan penggunaan energi berbasis bahan bakar fosil menuju energi berbasis baterai.
Upaya tersebut juga menjadi salah satu strategi jangka panjang pemerintah dalam menekan tingkat polusi udara sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
Program Konversi Motor Listrik Dukung Transisi Energi Nasional
Bahlil menyebut pemerintah akan menghadirkan skema dukungan tertentu agar masyarakat lebih tertarik mengikuti program konversi kendaraan bermotor tersebut.
“Sudah barang tentu, negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika di-switch dari bensin ke motor listrik,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.
Ia menambahkan pemerintah akan menyiapkan bentuk dukungan tambahan atau insentif sebagai bagian dari program tersebut.
Meski demikian, Bahlil belum merinci jumlah kuota kendaraan yang akan memperoleh subsidi konversi motor listrik.
Ia menjelaskan keputusan terkait kuota program masih akan dibahas dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.
Pembahasan tersebut dilakukan setelah pemerintah membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat pelaksanaan agenda transisi energi nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Bahlil Lahadalia untuk memimpin satuan tugas yang bertugas menjalankan percepatan program transisi energi di Indonesia.
Penugasan tersebut disampaikan usai rapat terbatas yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis 5 Maret 2026.
Satgas tersebut akan menangani sejumlah program strategis di sektor energi termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta percepatan konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik.
Bahlil menyebut pemerintah menargetkan pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari penguatan energi baru terbarukan (EBT).
Selain itu pemerintah juga menyiapkan langkah bertahap untuk mengalihkan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin ke motor listrik.
Bahlil mencatat saat ini terdapat sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin yang beroperasi di Indonesia.
Jumlah tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong program konversi kendaraan sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.











