Bahlil Ungkap Strategi Perpanjangan IUPK Freeport di Papua

Avatar photo

- Editor

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers daring terkait perpanjangan IUPK Freeport di Papua.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers daring terkait perpanjangan IUPK Freeport di Papua.

Kabartambang.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus Freeport-McMoRan di Papua diarahkan untuk membuka cadangan baru sekaligus mengamankan penerimaan negara dan kesinambungan produksi.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam jumpa pers daring yang dipantau di Jakarta pada Jumat, seiring proyeksi puncak produksi Freeport pada 2035.

Ia menjelaskan kapasitas produksi konsentrat tembaga Freeport sebelumnya mencapai 3,2 juta ton per tahun yang menghasilkan sekitar 900 ribu ton tembaga serta 50–60 ton emas.

Strategi Keberlanjutan Produksi Nasional

Menurut Bahlil, puncak produksi pada 2035 menuntut langkah antisipatif agar operasional tambang di Timika tetap berlanjut.

BACA JUGA  Jaga Energi Nasional, Pemerintah Perketat Ekspor Batu Bara

“Karena 2035 adalah puncak produksi, maka penting bagi kita mencari solusi agar eksistensi dan keberlanjutan usaha di Timika bisa terus terjaga,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, MIND ID, dan Freeport disebut telah menjalin komunikasi intensif untuk merumuskan skema perpanjangan izin tersebut.

Saat ini, kepemilikan saham Indonesia di Freeport tercatat sebesar 51 persen.

Melalui perpanjangan IUPK, pemerintah berpeluang memperoleh tambahan divestasi 12 persen saham tanpa biaya akuisisi.

Dengan skema tersebut, kepemilikan Indonesia ditargetkan meningkat menjadi 63 persen pada 2041.

Sebagian tambahan saham itu juga direncanakan dialokasikan kepada pemerintah daerah Papua sebagai wilayah penghasil.

BACA JUGA  Wamen ESDM Pastikan Ketersediaan BBM dan Listrik Aman Menjelang Lebaran 2026

Bahlil menilai perpanjangan izin akan menjaga kesinambungan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, serta memperkuat penerimaan negara bukan pajak.

Ia menargetkan penerimaan negara dari royalti dan pajak, khususnya komoditas emas, meningkat signifikan pada periode izin berikutnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani mengungkapkan pemerintah dan Freeport telah menandatangani nota kesepahaman perpanjangan IUPK.

Perpanjangan izin di kawasan Grasberg itu berlaku untuk periode 2041–2061.

Nilai investasi yang disepakati dalam perpanjangan tersebut mencapai 20 miliar dolar AS untuk 20 tahun ke depan.

Berita Terkait

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah
BRIN dan PalmCo Kembangkan Gas Biomethana dari Limbah Sawit
Dukung Kabupaten Layak Anak, PTBA Raih Apresiasi Pemda
Buka IPA Convex 2026, Menteri ESDM Harap Iklim Investasi Migas Berkeadilan
Tarik Minat Investor Migas, Menteri ESDM Tawarkan Ratusan WK Potensial

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WITA

Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:20 WITA

Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:20 WITA

Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:20 WITA

BRIN dan PalmCo Kembangkan Gas Biomethana dari Limbah Sawit

Berita Terbaru

PT TIMAH

Korporasi

PT TIMAH Edukasi Bahaya Kebakaran kepada Siswa TK

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:10 WITA

Bantuan terbaru diberikan kepada Surau Baitussalam oleh PT Timah

Korporasi

PT TIMAH Bantu Fasilitas Surau Baitussalam

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:59 WITA

PT TIMAH Edukasi Siswa Kelola Sampah Plastik

Korporasi

PT TIMAH Edukasi Siswa Kelola Sampah Plastik

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:46 WITA

PT ANTAM

Korporasi

PT ANTAM Bagi Dividen Rp5,04 Triliun

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:41 WITA