Selat Hormuz Terganggu, Indonesia Alihkan Impor Minyak

Avatar photo

- Editor

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kementerian ESDM

Foto Kementerian ESDM

KabarTambang.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan Selat Hormuz ditutup akibat eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut menimbulkan efek berantai yang meluas hingga sektor energi dunia.

Bahlil menyampaikan pernyataan itu saat ditemui di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

“Ini dampaknya tidak hanya pada dampak perang tapi juga berdampak pada energi global. Kita tahu bahwa di Selat Hormuz itu melewati kurang lebih sekitar 20,1 juta barel per day,” ujar Bahlil.

BACA JUGA  Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Minta Masyarakat Tidak Borong BBM

Ia memaparkan bahwa sekitar 20,1 juta barel minyak per hari pasokan global melintasi Selat Hormuz sebagai salah satu jalur distribusi utama dunia.

Dampak Selat Hormuz Global

Menurut Bahlil, gangguan di wilayah tersebut langsung mempengaruhi stabilitas suplai minyak internasional karena volume yang melintas mencakup porsi signifikan perdagangan energi.

Indonesia, kata dia, selama ini juga mengimpor minyak dari kawasan Timur Tengah melalui jalur tersebut.

Namun setelah dilakukan pendetailan data, porsi impor minyak Indonesia yang bergantung pada Selat Hormuz berada di kisaran 20 hingga 25 persen.

BACA JUGA  Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batubara PLN Tetap Aman

Sisa kebutuhan energi nasional dipenuhi dari negara lain seperti Angola di Afrika, Amerika, Brasil, serta sejumlah wilayah pemasok alternatif.

Dengan komposisi tersebut, ketergantungan Indonesia terhadap Selat Hormuz dinilai masih berada pada level terbatas.

Bahlil menilai ketegangan geopolitik yang terjadi sulit diprediksi durasinya, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mulai mengalihkan sebagian pasokan minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika guna menjaga keberlanjutan suplai energi nasional.

Berita Terkait

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah
BRIN dan PalmCo Kembangkan Gas Biomethana dari Limbah Sawit
Dukung Kabupaten Layak Anak, PTBA Raih Apresiasi Pemda

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WITA

Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:20 WITA

Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terbaru

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Korporasi

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Korporasi

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:32 WITA

Harga emas hari ini

Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:29 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Korporasi

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:25 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Korporasi

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA