Pemerintah Kendalikan Produksi Tambang Lewat Penyesuaian RKAB Nasional

Avatar photo

- Editor

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM RI. Foto dok

Menteri ESDM RI. Foto dok

KABARTAMBANG – Pemerintah memutuskan melakukan penataan ulang Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB pada sektor pertambangan, terutama untuk komoditas batu bara dan nikel.

Kebijakan tersebut diambil guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar global.

Penataan RKAB juga diarahkan untuk mencegah tekanan harga komoditas yang dapat terjadi akibat produksi yang terlalu besar.

Penataan Produksi Tambang

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan langkah tersebut diperlukan agar pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berorientasi pada volume produksi.

Ia menilai produksi yang tinggi tanpa diimbangi harga yang sehat dapat merugikan negara maupun pelaku usaha di sektor pertambangan.

“Idealnya batu bara kita produksi banyak, volumenya besar, tetapi harganya juga harus bagus,” ujar Bahlil dalam keterangan pers di Jakarta.

Bahlil menjelaskan kondisi saat ini menunjukkan produksi batu bara Indonesia cukup besar namun harga komoditas tersebut sedang mengalami penurunan.

BACA JUGA  Pemerintah Percepat Penertiban IUP Bermasalah

Data pemerintah menunjukkan Indonesia merupakan salah satu pemain utama dalam perdagangan batu bara dunia.

Dari sekitar 1,3 miliar ton batu bara yang diperdagangkan secara global, Indonesia memasok sekitar 500 hingga 550 juta ton.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 43 persen dari total perdagangan batu bara dunia.

Meski memiliki kontribusi besar terhadap pasokan global, harga batu bara tetap ditentukan oleh mekanisme pasar internasional.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah penataan RKAB agar produksi dapat disesuaikan dengan kondisi pasar.

Bahlil menegaskan pengelolaan sumber daya alam harus dipandang sebagai aset negara yang perlu dijaga nilainya.

“Kita harus memaknai bahwa pengelolaan sumber daya alam kita adalah barang milik negara dan tidak boleh dijual dengan harga murah,” kata Bahlil.

BACA JUGA  Menteri ESDM Sebut UMKM Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Ia menambahkan pengelolaan sektor tambang harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan serta kepentingan generasi mendatang.

Pemerintah disebut tidak ingin kegiatan penambangan dilakukan secara berlebihan tanpa memperhitungkan dampak ekonomi maupun lingkungan.

Di sisi lain, Bahlil memastikan kebijakan penataan RKAB tidak akan mengganggu kebutuhan energi dalam negeri.

Pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN Persero tetap menjadi prioritas pemerintah.

Ia memastikan ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik masih berada dalam kondisi aman.

Pemerintah juga terus memantau kebutuhan batu bara untuk PLN terutama menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.

“Untuk kebutuhan PLN sampai dengan Maret dan April tidak ada isu karena pemerintah terus memantau perkembangan pasokan dan kualitas batu bara,” ujar Bahlil.

Berita Terkait

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah
BRIN dan PalmCo Kembangkan Gas Biomethana dari Limbah Sawit
Dukung Kabupaten Layak Anak, PTBA Raih Apresiasi Pemda

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WITA

Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:20 WITA

Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terbaru

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Korporasi

HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WITA

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Korporasi

Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:32 WITA

Harga emas hari ini

Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:29 WITA

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Korporasi

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:25 WITA

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Korporasi

PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar Luwu Timur

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA