Produksi Nikel PT Vale Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Pasar Global

Avatar photo

- Editor

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale menegaskan komitmen tambang berkelanjutan dan hilirisasi nikel untuk memperkuat industri nasional di tengah tekanan harga global.

PT Vale menegaskan komitmen tambang berkelanjutan dan hilirisasi nikel untuk memperkuat industri nasional di tengah tekanan harga global.

KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya menjadikan sektor pertambangan sebagai salah satu penopang perekonomian nasional di tengah tekanan harga nikel global serta sorotan terhadap isu lingkungan.

Sepanjang tahun 2025 perusahaan mencatat produksi nikel matte mencapai 66.848 ton hingga November dengan kenaikan sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan pada periode tersebut tercatat mencapai sekitar 902 juta dolar Amerika Serikat.

Manajemen perusahaan menilai capaian tersebut menunjukkan ketahanan operasional di tengah fluktuasi harga komoditas global yang masih bergejolak.

Kepala Hubungan Eksternal Regional dan Pertumbuhan PT Vale Endra Kusuma menyampaikan stabilitas kinerja perusahaan merupakan hasil investasi yang dilakukan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Ketahanan industri tidak dibangun dalam satu musim harga tinggi, melainkan dari konsistensi investasi, disiplin operasional, dan komitmen jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan dunia,” ujar Endra saat sebuah kegiatan di Makassar awal bulan Maret 2026..

PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Investasi Industri Nikel

PT Vale juga melanjutkan pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) yang menjadi bagian dari agenda hilirisasi mineral di dalam negeri.

BACA JUGA  Vale Siapkan Pengajuan Revisi Kuota Produksi Nikel

Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah proyek Pomalaa di Pomalaa dengan nilai investasi sekitar 4,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Hingga awal 2026 pembangunan proyek tersebut telah mencapai lebih dari 65 persen progres konstruksi.

Proyek Pomalaa juga telah mencatat penjualan perdana bijih nikel pada akhir Februari 2026.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas penumpukan bijih atau stockpile hingga empat juta wet metric ton dengan target produksi awal sekitar 300.000 ton limonit setiap bulan.

Selain Pomalaa, pengembangan proyek tambang juga berlangsung di kawasan Morowali dengan nilai investasi sekitar dua miliar dolar Amerika Serikat.

Proyek Morowali dilaporkan telah mencapai hampir 99 persen tahap penyelesaian konstruksi dan mencatat penjualan awal sekitar 2,2 juta ton bijih pada awal 2026.

Di kawasan Sorowako, perusahaan juga melanjutkan pengembangan limonit dengan nilai investasi sekitar 2,2 miliar dolar Amerika Serikat.

Total investasi terintegrasi dari berbagai proyek tersebut mendekati sembilan miliar dolar Amerika Serikat yang diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.

BACA JUGA  Vale Catat Peningkatan Produksi Nikel

Dari sisi pengelolaan lingkungan, perusahaan menyebut lebih dari 50 persen area pembukaan tambang telah direklamasi secara bertahap hingga akhir 2025 dengan total luas mencapai 3.863 hektare.

Operasi tambang di Sorowako juga didukung tiga pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas gabungan sekitar 365 megawatt.

Perusahaan juga mengoperasikan lebih dari 100 kolam pengendapan untuk menjaga kualitas air di sekitar area operasional tambang.

Kepala Komunikasi Korporat PT Vale Vanda Kusumaningrum menyatakan pengelolaan isu lingkungan harus dijawab melalui langkah nyata yang disertai data dan keterbukaan informasi.

Ia menyampaikan bahwa lebih dari 99 persen tenaga kerja perusahaan merupakan warga negara Indonesia yang terlibat dalam berbagai proyek perusahaan.

Tenaga kerja lokal juga dilibatkan dalam pengembangan proyek di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako melalui kerja sama dengan kontraktor domestik.

Manajemen perusahaan menilai pengembangan industri hilir nikel tidak sekadar meningkatkan volume produksi tetapi juga diarahkan untuk memperluas nilai tambah di dalam negeri serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Berita Terkait

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026
Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua
MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara
ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina
MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas
HUT ke-50, PT TIMAH Kumpulkan 41 Kantong Darah di Bangka Selatan
Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi BBM di FT Tanjung Gerem
Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 50 UMKM Binaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:26 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WITA

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Rabu, 16 September 2026 - 08:41 WITA

MIND ID Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Penerimaan Negara

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WITA

ANTAM Perkuat Hilirisasi Nikel dan Integrasi Bauksit-Alumina

Sabtu, 12 September 2026 - 08:38 WITA

MIND ID Perkuat Kedaulatan Mineral lewat Integrasi Tembaga dan Emas

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA