KABARTAMBANG – PT Vale Indonesia Tbk memaparkan perkembangan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang terus mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.
Proyek dengan nilai investasi sekitar dua miliar dolar Amerika Serikat tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia.
Salah satu capaian penting dalam pengembangan proyek tersebut adalah pengiriman perdana bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi pada Juli 2025.
Pengiriman tersebut menandai dimulainya tahap operasional awal proyek sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui.
PT Vale Kembangkan Proyek Tambang dan Program Sosial di Morowali
Selain pengembangan tambang, perusahaan juga membangun fasilitas pembibitan tanaman atau nursery yang difungsikan untuk mendukung kegiatan rehabilitasi lahan.
Pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan di wilayah operasional.
PT Vale juga terus melanjutkan pembangunan kawasan pabrik pengolahan di wilayah Sambalagi sebagai bagian dari tahapan proyek.
Perusahaan menargetkan operasional proyek tersebut dapat dimulai secara bertahap pada akhir 2026 hingga awal 2027.
Wafir menjelaskan bahwa pengembangan proyek tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami percaya pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan lingkungan,” ujarnya.
Selain pengembangan proyek, PT Vale juga menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah Morowali.
Program tersebut mencakup pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) serta program pendidikan vokasi bagi tenaga kerja lokal.











