PLTN Jadi Opsi Strategis Indonesia Menuju Net Zero Emission 2060

Avatar photo

- Editor

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabartambang.com – Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 dengan mengembangkan berbagai sumber energi bersih, termasuk energi nuklir. Dalam peta transisi energi nasional, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kini dipandang sebagai salah satu opsi strategis yang siap berperan penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat menjadi pembicara kunci dalam acara BAPETEN Executive Meeting dan Penganugerahan BAPETEN Award 2025 di Jakarta, Senin (27/10/2025).

“PLTN merupakan salah satu opsi strategis dalam peta transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060. PLTN tidak lagi dianggap sebagai opsi terakhir, melainkan bagian penting dari perencanaan energi nasional,” tegas Yuliot.

Menurutnya, pengembangan PLTN sejalan dengan Asta Cita butir kedua dari visi Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya memperkuat pertahanan dan keamanan nasional, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, dan pengembangan ekonomi hijau maupun biru.

BACA JUGA  Jaga Energi Nasional, Pemerintah Perketat Ekspor Batu Bara

Yuliot menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki visi pengembangan tenaga nuklir sejak awal 1960-an, diawali dengan pembangunan tiga reaktor riset, yaitu Reaktor Triga di Bandung (2 MW), Reaktor Kartini di Yogyakarta (100 kW), dan Reaktor Serpong di Tangerang Selatan (30 MW).

Pengembangan energi nuklir di Indonesia juga memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1967 tentang Ketenaganukliran, hingga Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.

“Dalam PP Nomor 45 Tahun 2025, PLTN tidak lagi diposisikan sebagai opsi terakhir. Seluruh dokumen kebijakan menegaskan komitmen Indonesia untuk mengoperasikan PLTN pertama pada tahun 2032 dan mencapai kapasitas 44 gigawatt (GW) pada tahun 2060,” jelasnya.

Dari total rencana tersebut, sekitar 35 GW akan dialokasikan untuk kebutuhan listrik nasional, sementara 9 GW diperuntukkan bagi produksi hidrogen hijau sebagai sumber energi masa depan.

BACA JUGA  Kemlu RI Koordinasi dengan Iran untuk Keselamatan Kapal Indonesia

Sesuai kebijakan energi nasional, porsi energi nuklir dalam bauran energi nasional ditargetkan mencapai 5 persen pada 2030 dan meningkat menjadi 11 persen pada 2060.

Meski memiliki prospek besar, Yuliot mengakui bahwa pengembangan PLTN tetap menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi pendanaan dan waktu konstruksi. Satu unit PLTN membutuhkan investasi sekitar USD 3,8 miliar, dengan masa pembangunan sekitar 4 hingga 5 tahun.

Selain itu, kekhawatiran publik terhadap risiko bencana dan keselamatan reaktor menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk itu, pemerintah memastikan akan menerapkan mitigasi ketat dan pengawasan menyeluruh melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), serta memperkuat kerja sama internasional dalam menjamin keamanan dan keselamatan operasional.

“Dengan pengawasan yang kuat dan dukungan teknologi modern, PLTN akan menjadi solusi nyata dalam mencapai ketahanan energi dan mewujudkan transisi menuju energi bersih secara berkelanjutan,” tutup Yuliot.

Berita Terkait

Pemerintah Percepat B50, Uji Kendaraan Diesel Diklaim Tunjukkan Hasil Positif
Pemerintah Target Pangkas Ketergantungan Listrik Diesel, Dorong PLTS
Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas dengan Rusia
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir Tahun
Pemerintah Percepat Penertiban IUP Bermasalah
Rusia Siap Bangun Kilang dan Storage Migas di Indonesia
PT Vale Terima Penghargaan Pemprov Sulteng
Indonesia Percepat Proyek PLTSa di 34 Kota untuk Atasi Sampah

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:19 WITA

Pemerintah Percepat B50, Uji Kendaraan Diesel Diklaim Tunjukkan Hasil Positif

Rabu, 22 April 2026 - 17:57 WITA

Pemerintah Target Pangkas Ketergantungan Listrik Diesel, Dorong PLTS

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas dengan Rusia

Sabtu, 18 April 2026 - 14:37 WITA

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 18 April 2026 - 14:24 WITA

Pemerintah Percepat Penertiban IUP Bermasalah

Berita Terbaru

Korporasi

PT Bukit Asam Dorong UMKM Muara Enim

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:46 WITA

PT Bukit Asam (Persero) Tbk meresmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel

Korporasi

Bukit Asam Resmikan Hotel Heritage

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:41 WITA

PT TIMAH Tbk berpartisipasi ajang Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Belitung.

Korporasi

PT TIMAH Dukung Lomba Baris Berbaris Pelajar

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:03 WITA

Aksi sosial PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM)

Korporasi

INALUM Salurkan Bantuan Pendidikan hingga PLTS

Kamis, 23 Apr 2026 - 14:57 WITA

Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman di Sorong

Ragam

Komisaris Pertamina Cek Langsung Stok BBM dan LPG

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:04 WITA