PT Vale Catat Penjualan Perdana Bijih Nikel IGP Pomalaa

Avatar photo

- Editor

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Vale Indonesia catat penjualan perdana bijih nikel dari IGP Pomalaa, menandai transisi proyek ke fase operasional.

PT Vale Indonesia catat penjualan perdana bijih nikel dari IGP Pomalaa, menandai transisi proyek ke fase operasional.

KabarTambang.com – Perusahaan nikel berkelanjutan PT Vale Indonesia mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari proyek Indonesia Growth Project Pomalaa pada Minggu, 1 Maret 2026.

Capaian tersebut menandai peralihan penting proyek dari fase konstruksi menuju tahap operasional yang mulai memberikan kontribusi pendapatan bagi perseroan.

Penjualan perdana bijih nikel ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis, khususnya untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik.

IGP Pomalaa juga tercatat sebagai bagian dari agenda hilirisasi nasional dengan nilai investasi terintegrasi mencapai sekitar Rp74,44 triliun.

BACA JUGA  Lenni Lesviani dan Cerita Perjalanan di Desa Pemberdayaan Vale IGP Morowali

Penjualan bijih nikel dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1 yang dirancang untuk menjaga kestabilan pasokan material.

Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Muhammad Asril menilai langkah tersebut strategis untuk memastikan kelancaran distribusi material sejak fase awal operasional.

“Kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operasional yang unggul dan praktik pertambangan berkelanjutan,” ujar Muhammad Asril.

BACA JUGA  Vale Catat Peningkatan Produksi Nikel

Transisi Proyek Menuju Operasi

Memasuki Maret 2026, proyek IGP Pomalaa menargetkan produksi sekitar 300.000 ton limonit per bulan untuk menjamin kesinambungan suplai ke fasilitas pengolahan.

Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan proyek telah mencapai 65,76 persen yang mencerminkan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana.

Pembangunan jalan angkut utama atau Main Haul Road terus digenjot guna meningkatkan efisiensi distribusi material dari area tambang menuju pelabuhan.

Berita Terkait

Program Lahan Produktif hingga Konservasi Pesisir Antar PT Vale Raih Penghargaan
INALUM Umumkan Pemenang IN-Journal Chapter II
Pegadaian dan ANTAM Teken Kerja Sama Penjualan Logam Mulia
Komppas, KKLU, dan Donatur Kembali Gelar Kurban Bersama di Morowali
Lenni Lesviani dan Cerita Perjalanan di Desa Pemberdayaan Vale IGP Morowali
Komisaris Pertamina Cek Langsung Stok BBM dan LPG
Lebih Dekat dengan Lenni Lesviani
PT Timah Dukung Pesantren Kilat Remaja Masjid di Belitung Timur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:29 WITA

Program Lahan Produktif hingga Konservasi Pesisir Antar PT Vale Raih Penghargaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:15 WITA

INALUM Umumkan Pemenang IN-Journal Chapter II

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:25 WITA

Pegadaian dan ANTAM Teken Kerja Sama Penjualan Logam Mulia

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:47 WITA

Komppas, KKLU, dan Donatur Kembali Gelar Kurban Bersama di Morowali

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:19 WITA

Lenni Lesviani dan Cerita Perjalanan di Desa Pemberdayaan Vale IGP Morowali

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA