Pemerintah Cek Stok Energi di Kilang Balongan Jelang Ramadan dan Idulfitri

Avatar photo

- Editor

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Migas meninjau Kilang Balongan memastikan stok BBM, LPG, dan distribusi energi aman selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Dirjen Migas meninjau Kilang Balongan memastikan stok BBM, LPG, dan distribusi energi aman selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

KABARTAMBANG – Pemerintah melakukan peninjauan langsung ke fasilitas kilang PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream Refinery Unit (RU) VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat.

Kunjungan tersebut dilakukan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman bersama Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026 Erika Retnowati.

Agenda ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi serta kelancaran distribusi bahan bakar selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat.

Laode Sulaeman menyampaikan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini berada dalam keadaan aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa mudik Lebaran.

“Ketersediaan crude oil, stok BBM, dan LPG dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi pasokan energi saat ini,” ujar Laode Sulaeman di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3).

Pemerintah Pantau Kilang Balongan Jelang Lonjakan Kebutuhan Energi

Kementerian ESDM menyebut pemantauan langsung di fasilitas kilang dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional sektor energi menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik.

Pertamina juga telah menyiapkan berbagai sarana distribusi energi guna menunjang kebutuhan masyarakat di wilayah Regional Jawa Bagian Barat (RJBB).

BACA JUGA  Pemerintah Percepat Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Di kawasan tersebut terdapat 1.620 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 439 Pertashop, 2.331 agen LPG, 206 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta dua agen minyak tanah.

Selain infrastruktur distribusi utama, Pertamina turut menyediakan berbagai layanan tambahan untuk mendukung perjalanan masyarakat selama masa mudik.

Layanan tersebut meliputi penyediaan motoris pengantar BBM, posko layanan energi, serta berbagai fasilitas tambahan di titik-titik tertentu yang biasanya tidak tersedia pada hari normal.

Sebanyak 427 SPBU disiagakan beroperasi selama 24 jam untuk melayani kebutuhan bahan bakar kendaraan.

Pertamina juga menyiapkan 2.180 agen LPG siaga, 18 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta 52 unit motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS) BBM.

Selain itu terdapat 563 agen PDS Bright Gas serta 62 mobil tangki yang disiagakan di sejumlah SPBU untuk memperkuat distribusi energi.

Fasilitas pendukung lainnya berupa 11 unit Serambi MyPertamina yang menyediakan area istirahat bagi pemudik.

Di fasilitas tersebut masyarakat dapat memanfaatkan layanan seperti tempat beristirahat, mini klinik, area bermain anak, serta layanan kendaraan.

Berdasarkan proyeksi kebutuhan energi selama periode 9 Maret hingga 1 April 2026 di wilayah Jawa Bagian Barat, permintaan bahan bakar jenis bensin atau gasoline diperkirakan meningkat sekitar 9,6 persen.

BACA JUGA  Menteri ESDM Sebut UMKM Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi selama perjalanan mudik.

Permintaan bahan bakar pesawat atau avtur diperkirakan naik sekitar 0,5 persen seiring meningkatnya aktivitas penerbangan.

Konsumsi LPG juga diproyeksikan meningkat sekitar 2,86 persen karena aktivitas rumah tangga selama bulan Ramadan.

Sementara itu kebutuhan BBM industri diperkirakan naik sekitar 7,9 persen selama periode tersebut.

Berbeda dengan jenis lainnya, permintaan solar diperkirakan turun sekitar 27,3 persen akibat pembatasan operasional kendaraan logistik selama arus mudik dan arus balik.

Sebagai informasi, Kilang Balongan memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 150 ribu barel stream per day (MBSD).

Fasilitas ini juga memiliki tingkat kompleksitas pengolahan yang tinggi dengan Nelson Complexity Index (NCI) mencapai 11,9.

Sebagian besar produksi Kilang Balongan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Sekitar 82 persen produk kilang disalurkan ke Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek, serta Integrated Terminal Jakarta di Plumpang.

Sebanyak 12 persen produksi disalurkan ke wilayah lain di Indonesia.

Sementara sekitar enam persen produk berupa Decant Oil diekspor ke Singapura.

Berita Terkait

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat
Tata Kelola Minerba Diperbaiki, PNBP Disebut Meningkat Meski Produksi Batu Bara Turun
PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WITA

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA