Kementerian ESDM Klarifikasi Isu Stok BBM di Tengah Gejolak Timur Tengah

Avatar photo

- Editor

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pernyataan soal hilirisasi mineral kritis dalam agenda kerja sama Indonesia-AS.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pernyataan soal hilirisasi mineral kritis dalam agenda kerja sama Indonesia-AS.

KABARTAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluruskan informasi mengenai ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya mampu bertahan sekitar 20 hari.

Ia menegaskan angka tersebut tidak berkaitan dengan kondisi darurat pasokan energi, melainkan menggambarkan kapasitas penyimpanan atau storage BBM yang dimiliki Indonesia saat ini.

Bahlil menyampaikan penjelasan tersebut menjelang rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

“Memang sejak dahulu kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” kata Bahlil.

BACA JUGA  Buka IPA Convex 2026, Menteri ESDM Harap Iklim Investasi Migas Berkeadilan

Ia menjelaskan bahwa kapasitas tersebut telah menjadi kondisi yang berlangsung lama dalam sistem penyimpanan energi nasional.

Kapasitas Penyimpanan BBM

Menurut Bahlil standar minimal ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 20 hingga 21 hari.

Sementara itu batas maksimal kapasitas penyimpanan yang dapat ditampung saat ini berada di sekitar 25 hari.

Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional disebutkan rata-rata ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 22 hingga 23 hari.

Bahlil menegaskan keterbatasan tersebut tidak berkaitan dengan kemampuan pemerintah dalam menyediakan pasokan energi.

BACA JUGA  Prabowo Minta Produksi Batu Bara Ditingkatkan, RKAB Berpotensi Direvisi

Ia menyebut kondisi tersebut lebih disebabkan oleh kapasitas tangki penyimpanan yang belum cukup besar untuk menampung cadangan bahan bakar dalam jumlah lebih banyak.

Pemerintah masih memiliki kemampuan untuk menambah cadangan energi apabila tersedia fasilitas penyimpanan yang memadai.

Bahlil juga mengingatkan agar informasi mengenai stok BBM tidak disampaikan secara keliru sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurutnya penjelasan mengenai kapasitas penyimpanan perlu dipahami secara utuh agar publik tidak menganggap kondisi tersebut sebagai ancaman terhadap ketersediaan energi nasional.

Berita Terkait

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat
Tata Kelola Minerba Diperbaiki, PNBP Disebut Meningkat Meski Produksi Batu Bara Turun
PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang
Bahlil Buka Lelang 118 Blok Migas
Wamen ESDM Tekankan Integritas dan Disiplin Pejabat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WITA

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba dan Perluas Manfaat Tambang bagi Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WITA

PSEL Legok Nangka Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WITA

Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru 510 MW

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:32 WITA

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Kupang

Berita Terbaru

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Korporasi

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:26 WITA

Pertamina siagakan pasokan BBM, LPG dan layanan motoris di Jalur Pantura serta dorong UMKM untuk dukung arus mudik Idulfitri 1447 H.

Korporasi

Indonesia Dorong Produksi Minyak dari 45 Ribu Sumur Tua

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:21 WITA

Harga minyak mentah Indonesia Februari naik menjadi USD68,79 per barel dipicu ketegangan geopolitik dan penurunan produksi minyak global.

Pemerintahan

Program E50 untuk Kurangi Ketergantungan BBM Impor

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:18 WITA