KABARTAMBANG – Pasokan bahan bakar minyak atau BBM di kawasan Bogor, Puncak, dan Cianjur tetap terjaga meski terjadi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Kondisi lalu lintas di jalur wisata tersebut juga dilaporkan tetap tertib dan terkendali di tengah lonjakan volume kendaraan.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik strategis untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Pengawasan dilakukan mulai dari ruas Tol Jakarta-Bogor, wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, hingga jalur wisata Puncak-Cianjur.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, turun langsung meninjau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU yang menjadi titik krusial saat arus kendaraan meningkat.
“BPH Migas melakukan monitoring langsung ke SPBU-SPBU di jalur-jalur strategis yang banyak dilintasi masyarakat, baik di jalur tol Jagorawi-Bogor maupun sebaliknya, Kota dan Kabupaten Bogor, juga SPBU di jalur Puncak-Cianjur. Alhamdulillah, kondisi pasokan aman terkendali. Tidak ada kendala dalam pengiriman BBM maupun distribusinya,” paparnya.
Pasokan BBM untuk wilayah tersebut disuplai dari Terminal BBM Plumpang dan hingga kini dinyatakan berjalan tanpa hambatan.
Ketersediaan BBM dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama arus mudik, arus balik, maupun aktivitas wisata.
Layanan Tambahan Disiapkan di Titik Rawan Kemacetan
Untuk mengantisipasi kebutuhan di jalur padat, khususnya kawasan Puncak-Cianjur, Pertamina Patra Niaga menyiapkan layanan tambahan bagi pengguna jalan.
Layanan Pertamina Delivery Service atau PDS 135 disiagakan bersama petugas motoris BBM di sejumlah titik strategis dan jalur alternatif.
“Layanan motoris yang bertugas mengantarkan BBM kepada pengendara yang kehabisan BBM ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan BBM darurat tanpa harus mencari SPBU di tengah kemacetan,” tambahnya.
Selain memantau distribusi, BPH Migas juga melakukan pengecekan kualitas BBM di tangki penyimpanan SPBU.
Hasil pengujian menunjukkan tidak adanya kandungan air sehingga kualitas BBM tetap sesuai standar yang berlaku.
Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan bakar dengan mutu yang terjaga selama perjalanan.
Meski pasokan dinyatakan aman, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kondisi lalu lintas di jalur Puncak.
Penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way kerap diberlakukan saat terjadi kepadatan kendaraan.
Imbauan tersebut disampaikan agar perjalanan masyarakat tetap lancar dan nyaman selama periode libur Lebaran. ***












